NGABUBURIT SAMBIL BERBAGI CERITA DI TOKO YANG PENUH CERITA
Kamis, 9 Juli 2015, 11:57 WIB
by nita
image01

KOTA KAMI - Pada siang menuju sore hari yang cerah, tim Kota Kami mengunjungi sebuah toko mungil bernama Toko Tjerita di kawasan Tubagus Ismail. Penasaran apa saja cerita di balik toko nyentrik ini, kami pun menelisik ke dalam dan menjumpai perempuan manis pemilik toko, namanya Mbak Amel. Ketika datang, kami disambut penuh kehangatan, seolah mengunjungi rumah seorang teman.

"src='" . convert_url("/public/media/images/original/2015/07/09/2015_07_09-10_29_01_c4ca4238a0b923820dcc509a6f75849b.jpg") . "'"

Beragam barang-barang unik di toko yang sepintas nampak seperti garage sale di sebuah garasi rumah ini berhasil menyita perhatian kami, hasrat untuk memiliki barang-barang tersebut pun tak kuasa kami hindari, hingga kami hampir saja lupa pada tujuan kami yaitu berbincang dengan Mbak Amel.

Toko Tjerita, merupakan toko segala macam barang-barang koleksi pribadi Mbak Amel, Mulai dari aksesoris, bingkai foto, kartu pos, sandal, baju, jaket, kain batik hingga buku-buku tua tersedia di tempat ini. Mbak Amel pun dengan ramah membagikan kisah mengenai tokonya ini.

. "src='" . convert_url("/public/media/images/original/2015/07/09/2015_07_09-10_34_51_f8f58587abb3d27b67be2667d79134a4.jpg") . "'"

sumber gambar: Nita Kota Kami

"src='" . convert_url("/public/media/images/original/2015/07/09/2015_07_09-10_37_36_cf1706655328034ec85a0fa4d51f7b75.jpg") . "'"

sumber gambar: Mona Kota Kami

"src='" . convert_url("/public/media/images/original/2015/07/09/2015_07_09-10_39_05_06f41011ac050b7915487627ab66086e.jpg") . "'"

sumber gambar: Mona Kota Kami

Cerita dibalik Toko Tjerita
Hobi berkelana ternyata membuat Mbak Amel kerap kali menemukan dan membeli barang-barang unik dalam setiap perjalanananya, tanpa terasa banyak sudah barang-barang yang dikoleksinya. Sebagai seorang perantau yang sering berpindah-pindah rumah kontrakan, Ia merasa barang-barang yang dimilikinya semakin banyak dan membuatnya kesulitan ketika harus mengepak barang ketika pindahan, maka di perpindahan rumahnya kali ini melahirkan sebuah ide untuk menjual aneka koleksinya tersebut.



Kenapa namanya Toko Tjerita?
Karena semua barang yang dijual sebagian besar merupakan koleksi pribadi yang setiap barangnya memiliki ceritanya masing-masing. Seperti Jaket Puma yang didapat ketika mengunjungi negeri sakura Jepang, atau hiasan-hiasan yang ditemukan ketika jalan-jalan ke Bali.

Gak sayang untuk menjual barang koleksi?
Sebetulnya ada rasa sayang itu sih, tapi setiap berpindah rumah rasanya barang-barang koleksi yang dikumpulkan semakin banyak dan merepotkan, selain itu juga mungkin akan pindah lagi rumah kontrakan, jadi rasanya perlu ada yang dikurangi.

Apa saja yang dijual?
Untuk koleksi pribadi saya sih seperti yang terlihat, ada baju, kain batik, sandal, aksesoris, bingkai foto, tas, topi, buku-buku, hiasan dinding, boneka dan masih banyak lagi. Untuk kaos, itu khusus dikirim langsung dari Pekanbaru dan karena kebetulan orang tua saya memiliki toko juga di sana, jadi saya mencoba menjualnya di sini, sementara untuk akuarium dan ikan merupakan barang jualan suami.

Hobi fotografi
Sebelum memilih untuk berbisnis, perempuan lulusan DKV ITB ini sempat mengembangkan bakatnya di dunia fotografi sebagai fotografer pre wedding, dari kesukaannya pada fotografi membuat Mbak Amel juga membuat kartu pos dan kartu pembatas buku yang gambarnya adalah hasil jepretannya sendiri, selain itu aneka bingkai-bingkai aneka bentuk dan warna yang juga tersedia di Toko Tjerita.






 

"src='" . convert_url("/public/media/images/original/2015/07/09/2015_07_09-10_41_11_c81e728d9d4c2f636f067f89cc14862c.jpg") . "'"

Meski terbilang baru, toko yang baru dibuka pada awal akhir bulan Juni 2015 ini sudah memiliki banyak pelanggan, sebagian besar pelanggannya merupakan tetangga sekitar yang membeli aksesoris dan baju-baju, sementara untuk target pengunjungnya sendiri, Mbak Amel menargetkan buku-buku yang dijualnya bagi mahasiswa. Harga untuk barang-barang di toko ini pun terbilang cukup murah, untuk aksesoris harga dimulai dari Rp. 1.000. Sedangkan untuk barang yang termahal adalah buku tua yaitu sekitar Rp. 300.000

Selama bulan Ramadhan Toko Tjerita buka setiap hari dari pukul 12.00 hingga pukul 17.00. Rencananya, toko ini akan buka setiap hari dari pukul 09.00 - 23.00 pada hari biasa. Bagi Anda yang hobi berburu barang unik yang setiap barangnya memiliki ceritanya sendiri, rasanya toko yang satu ini akan membuat Anda ingin membawa pulang aneka barang dan meneruskan kembali ceritanya, jangan lupa siapkan isi dompet dulu ya sebelum berbelanja!

"src='" . convert_url("/public/media/images/original/2015/07/09/2015_07_09-11_39_02_eccbc87e4b5ce2fe28308fd9f2a7baf3.jpg") . "'"

Terima kasih Mbak Amel sudah berbagi cerita. Sukses terus untuk Toko Tjerita :)

 

Toko Tjerita
Jl. Tubagus Ismail 30 A Bandung 40134
toko.tjerita@gmail.com
WhatsApp: +6285658291535
Instagram: @toko_tjerita


 

Artikel Lainnya
HOMEDESTINATIONHOTELEVENTMAPSTRAVELOGCONTACT